Ma,
saya tau selama ini saya belum menjadi anak yang baik dan berbakti padamu.
Saya belum bisa membahagiakan kamu dengan keputusan saya yang bertentangan dengan pemikiranmu.
Ma,
Terima kasih untuk baju yang kau belikan untuk kami.
Di tahun itu Tuhan perlihatkan padaku pengorbananmu.
Kau rela melepaskan harta bendamu,demi kami.
Agar kami tidak malu ketika bertemu teman kami nantinya.
Itu kejadian yang akan saya kenang selalu,dan akan saya ceritakan kepada cucumu nanti.
Dulu saya pikir kau adalah pembohong,
Tapi setelah sadar kau berbohong demi anak2mu.
Saya mulai kagum dengan caramu menukarkan kebahagianmu hanya demi senyum kecil yang terlihat dari wajah kami.
Ma,
Maafkan untuk semua air matamu,dan semua kekecewaanmu.
Dan untuk semua kelelahanmu yang tidak sempat kau nikmati dari kami.
Untuk semuanya saya sendiripun tidak akan mampu membalasnya.
Bahkan mungkin semua orang didunia tidak mampu untuk melakukan itu
Ma
Mungkin bagi mereka diluar sana kau bukanlah apa-apa,hanya seorang wanita paruh baya yang dalam kepalanya hanya mngurusi keluarga.
Tapi lketahuilah saya tidak akan menukarkanmu dengan apapun itu.
Karena bagi saya,kau adalah segalanya.
Terima kasih banyak mama,
Salam,anak durhaka 😊